Penjualan Antam 2004 Naik 35 %

Penjualan Antam 2004 Naik 35 %

- detikFinance
Jumat, 28 Jan 2005 10:45 WIB
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat kenaikan pendapatan tahun 2004 sebesar 35 persen menjadi sebesar Rp 2,76 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2003 yang sebesar Rp 2,138 triliun. Demikian diungkapkan D. Aditya Sumanegara, Dirut Antam dalam penjelasannya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat,(28/1/2005). Perusahaan belum mau mengumumkan laba bersih yang diperoleh tahun 2004. Sementara pada tahun 2003 Antam mencatat laba bersih sebesar Rp 226,55 miliar. Sedangkan sampai September 2004 laba bersih yang dibukukan Antam telah mencapai Rp 520,71 miliar. Kenaikan pendapatan tahun 2004 terutama didukung oleh pendapatan pada kuartal empat 2004 saja yang sebesar Rp 821 miliar. Sementara hingga sembilan bulan 2004 atau sampai kuartal tiga 2004 pendapatan konsolidasi Antam sebesar Rp 1,941 triliun. Kenaikan pada kuartal keempat tahun 2004 tersebut lebih tinggi sekitar 27 persen dibandingkan kuartal empat tahun 2003. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan penjualan komoditas utama Antam yakni nikel dan emas serta naiknya harga komoditas. Selama tahun 2004 perseroan memproduksi 7.945 ton nikel atau sekitar 99 persen dari proyeksi internal perseroan sebesar 8.040 ton nikel. Adapun, harga jual ratra-rata feronikel perseroan pada tahun 2004 tercatat naik sekitar 48 persen menjadi US$ 6,18/lb dibandingkan tahun 2003. Sedangkan produksi emas perseroan pada tahun 2004 mencapai 3.715 kg atau di bawah target internal perseroan. Hal ini disebabkan adanya insiden asap di Pongkor pada awal tahun 2004. Demikian pula, produksi perak pada tahun 2004 juga turun sekitar 3 persen menjadi 27.591 kg dibanding tahun sebelumnya. Namun meskipun terjadi penurunan produksi, penjualan emas naik 20 persen dibanding kuartal ketiga 2004 menjadi 1.185 kg seiring dengan kenaikan penjualan emas dari stok logam mulia untuk memanfaatkan kenaikan harga jual emas. Harga jual rata-rata emas naik 9 persen dibanding kuartal sebelumnya menjadi US$ 436,50 per toz. Antam juga menjelaskan bahwa perseroan merencanakan untuk membuka tambang nikel yang baru di Mornopo, Maluku Utara pada pertengahan tahun 2005 ini. Hal ini menyusul dihentikannya operasi penambangan bijih nikel di lokasi Oeboelie, pulau Gebe, Maluku Utara pada Desember 2004 sehubungan dengan telah habisnya cadangan nikel di daerah tersebut. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads