Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.615 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan Rp 12.590 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,780 poin (0,07%) ke level 5.152,159. Hijaunya bursa saham global memberi sentimen positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menipis 0,261 poin (0,01%) ke level 5.148,118. Investor domestik tak kuat mengimbangi aksi jual investor asing.
Saham-saham lapis dua yang terkena aksi jual investor asing. Tiga sektor akhirnya melemah, yaitu sektor industri dasar, infrastruktur, dan agrikultur.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (19/1/2015), IHSG ditutup menguat tipis 3,714 poin (0,07%) ke level 5.152,093. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik tipis 0,921 poin (0,10%) ke level 887,264.
Transaksi investor asing sampai sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 705,79 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 228.222 kali dengan volume 6,355 miliar lembar saham senilai Rp 5,805 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 141 turun, dan 95 saham stagnan.
Pasar saham Tiongkok anjlok sangat dalam setelah pemerintah setempat menghentikan perdagangan tiga broker terbesarnya untuk investigasi soal transaksi marjin yang berisiko tinggi.
Bursa-bursa Asia lainnya masih bisa menguat didorong oleh sentimen positif dari Wall Street semalam, seperti pasar saham Jepang dan Singapura.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 150,13 poin (0,89%) ke level 17.014,29.
- Indeks Hang Seng anjlok 365,03 poin (1,51%) ke level 23.738,49.
- Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 260,14 poin (7,70%) ke level 3.116,35.
- Indeks Straits Times menguat 5,26 poin (0,16%) ke level 3.305,94.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 900 ke Rp 14.100, Samudera Indonesia (SMDR) trun Rp 750 ke Rp 11.525, Blue Bird (BIRD) turun Rp 575 ke Rp 11.525, dan Indocement (INTP) turun Rp 475 ke Rp 21.825.
(ang/hds)











































