Tak Capai Kuorum, RUPS Bakrie & Brothers Batal
Jumat, 28 Jan 2005 15:19 WIB
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) gagal melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk membahas persetujuan reverse stock, karena pemegang saham yang hadir tidak mencapai kuorum. "RUPS belum capai kuorum karena presentasi yang hadir baru 36,87 persen," kata Yuanita Rohali, Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Jakarta (28/1/2005). RUPS sendiri baru bisa disetujui jika pemegang saham yang hadir minimal 2/3 dari jumlah pemegang saham. Menurut Yuanita, setelah gagalnya RUPSLB hari ini, perseroan akan kembali melakukan RUPSLB dengan agenda yang sama pada 7 Februari 2005. Sebelumnya perseroan merencanakan awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru hasil reverse stock akan dilakukan pada 17 Februari 2005. RUPSLB kali ini akan meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan reverse stock dengan rasio lima saham lama mendapatkan satu saham baru. Reverse stock ini dilakukan karena perseroan berencana untuk right issue sebesar Rp 1 trilliun yang dilakukan dalam kurun waktu 3-6 bulan ke depan setelah pelaksanaan reverse stock. Reverse stock yang dilakukan tersebut adalah untuk setiap 5 lembar saham seri A dengan nilai nominal Rp 500 akan mengalami peningkatan menjadi satu saham seri A dengan nilai nominal Rp 2.500. Sedangkan setiap 5 lembar saham seri B dengan nilai nominal Rp 70 akan mengalami peningkatan menjadi satu saham seri B dengan nilai nominal Rp 350. Nantinya jumlah saham seri A yang semula sebanyak 7.750.080 akan menjadi 1.550.016 dan saham seri B yang semula sebanyak 36.812.880 berubah menjadi 7.362.576. Total jumlah seluruh saham yang semula 44.562.960 berubah menjadi 8.912.592. Perusahaan juga telah menunjuk PT Danatama Makmur sebagai pembeli siaga untuk saham odd lot (saham kurang dari satu satuan perdagangan) dengan harga Rp 45 per saham yang merupakan harga tertinggi selama 25 hari bursa terakhir sebelum diumumkannya reverse stock. Saat ini pemegang saham BNBR adalah CSFB Singapore S/A Capital Managers Asia Ltd 10,32 persen, Omni Capital Asia Limited 8,88 persen dan publik dengan kepemilikan dibawah 5 persen sebesar 80,80 persen.
(qom/)











































