Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.480 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.580 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 10,261 poin (0,20%) ke level 5.176,351. Bursa regional yang rata-rata positif memberi dorongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 0,634 poin (0,01%) ke level 5.166,724. Perdagangan belum terlalu ramai.
Saham-saham unggulan berlomba-lomba menguat berkat aksi beli investor asing. Akhirnya hanya dua sektor saja yang melemah yaitu sektor pertambangan dan industri dasar.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (21/1/2015), IHSG ditutup melaju 49,176 poin (0,95%) ke level 5.215,266. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 11,925 poin (1,34%) ke level 902,825.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 218 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 234.176 kali dengan volume 5,206 miliar lembar saham senilai Rp 6,26 triliun. Sebanyak 162 saham naik, 144 turun, dan 80 saham stagnan.
Dipangkasnya proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh IMF tidak banyak mempengaruhi pelaku pasar. Bursa-bursa di Asia ratar-rata bisa ditutup positif sore ini.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 85,82 poin (0,49%) ke level 17.280,48.
- Indeks Hang Seng melonjak 401,42 poin (1,68%) ke level 24.352,58.
- Indeks Komposit Shanghai melesat 150,56 poin (4,74%) ke level 3.323,61.
- Indeks Straits Times naik 7,10 poin (0,21%) ke level 3.341,12.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.975 ke Rp 53.035, Blue Bird (BIRD) turun Rp 450 ke Rp 11.025, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 350 ke Rp 7.800, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 325 ke Rp 24.175.
(ang/hds)











































