IHSG Disemangati Rencana Stimulus Bank Sentral Eropa

Rekomendasi Saham

IHSG Disemangati Rencana Stimulus Bank Sentral Eropa

- detikFinance
Kamis, 22 Jan 2015 08:49 WIB
IHSG Disemangati Rencana Stimulus Bank Sentral Eropa
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali tembus level 5.200 setelah menanjak 49 poin. Ramainya aksi beli investor asing mendorong indeks naik tinggi.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (21/1/2015), IHSG ditutup melaju 49,176 poin (0,95%) ke level 5.215,266. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 11,925 poin (1,34%) ke level 902,825.

Wall Street berakhir positif sementara pelaku pasar menanti stimulus dari Bank Sentral Eropa alias European Central Bank (ECB). Koreksi saham IBM membatasi penguatan bursa Paman Sam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 39,05 poin (0,22%) ke level 17.554,28, Indeks S&P 500 bertambah 9,57 poin (0,47%) ke level 2.032,12 dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 12,58 poin (0,27%) ke level 4.667,42.

Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak di zona hijau setelah dapat sentimen positif dari rencana stimulus Bank Sentral Eropa alias ECB. Aksi beli diprediksi ramai.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 18,34 poin (0,11%) ke level 17.262,14.
  • Indeks Straits Times naik 5,20 poin (0,16%) ke level 3.359,66.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) semalam kembali ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Avg naik sebesar +0,22%, sedangkan indeks S&P500 terapresiasi sebesar +0,47%.

Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini juga positif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) naik sebesar +0,13%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) terapresiasi +0,36%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami koreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,09% ke level US$46,35 per barel, sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,12% ke posisi US$1.292,10 per troy ounce.

Dari dalam negeri, pemerintah optimistis harga bahan kebutuhan pokok akan turun dalam dua minggu ke depan. Penurunan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar.

Meski begitu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan jika pemerintah tidak bisa intervensi, karena harga kebutuhan pokok ditentukan oleh pasar.

Analis Teknikal Mandiri Sekuritas sendiri mengungkapkan jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan melanjutkan kenaikan. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.132 dan resistance 5.247.

Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 21 Januari 2015 ditutup menguat 0,95% pada level 5215. Sektor aneka industri dan konsumer menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing net buy Rp218,1 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh reli pada saham sektor energi serta meningkatnya spekulasi bahwa ECB akan mengeluarkan stimulus baru pada pertemuan ECB hari ini. Pejabat dari dua bank sentral di area euro menyatakan bahwa ECB mengusulkan program pembelian obligasi sebesar 50 miliar euro atau USD58 miliar perbulan hingga akhir 2016. Pembelian itu tidak akan dimulai sebelum 1 Maret 2015. Namun usulan tersebut masih akan dibahas dalam pertemuan ECB dan dapat mengalami perubahan. Menurut survey Bloomberg, ECB akan mengumumkan program QE senilai 550 miliar euro (USD636 miliar). Sementara itu secara tak terduga bank sentral Kanada menurunkan suku bunganya menjadi 0,75% dari 1% karena penurunan harga minyak mentah. Bank sentral Kanada juga menuru nkan proyeksi pertumbuhan ekonominya menjadi 2,1% dari 2,4%. Data housing starts AS bulan Desember menguat menjadi 1,089 juta dari bulan sebelumnya 1,043 juta. Data building permits lebih rendah dari bulan sebelumnya dari 1,052 juta menjadi 1,032 juta. Indeks Harga Saham Gabungan hari diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5160-5247. Rekomendasi: BMRI, BBNI, TLKM, ASII, BBCA, ADHI, BSDE, INDF, ADRO.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads