Perseroan menargetkan kenaikan laba bersih tahun ini sebesar 3-6% dengan kenaikan pendapatan sebesar 9-12%. Meskipun pendapatan dan laba bakal naik, margin perseroan tahun ini bakal turun 1-3%.
Direktur Keuangan SMGR Ahyanizzaman mengungkapkan, meskipun margin perseroan bakal tertekan, namun pendapatan perseroan masih akan tetap tumbuh.
"Dampak penurunan harga. Kita akan berupaya memaksimalkan penjualan terutama revenue, optimalkan pasar-pasar primer, secondary market kita shifting, kita lakukan berbagai upaya efisiensi," kata Yani usai RUPSLB, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (23/1/2015).
Dia menyebutkan, perseroan menargetkan kenaikan pendapatan tahun ini di kisaran 9-12% dengan target laba bersih 3-6%. Sementara margin akan tertekan hingga 1-3%.
"Revenue akan tumbuh 9-12% tahun ini. Profit 3-6%. Dari sisi margin karena peningkatan biaya lebih besar, maka margin akan turun 1-3%," ujarnya.
Yani menjelaskan, meskipun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turun yang berdampak pada penurunan beban operasional, namun komponen biaya lain-lain meningkat lebih tinggi.
"Walaupun ada penurunan di biaya transportasi, namun ada komponen biaya yang naik, maka secara absolut dari sisi margin karena peningkatan biaya lebih besar, maka margin akan turun," katanya.
(drk/ang)











































