Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (22/1/2015), IHSG ditutup melesat 70,702 poin (1,35%) ke level 5.323,885. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 15,743 poin (1,73%) ke level 926,524.
Bursa saham Wall Street berakhir variatif. Kabar yang kurang menggembirakan dari sejumlah emiten menyeret Indeks Dow Jones dan S&P 500 di zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa melanjutkan penguatan atas masih maraknya aksi beli asing. Namun tetap waspada aksi ambil untung karena posisi Indeks sudah cukup tinggi.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 117,32 poin (0,67%) ke level 17.394,43.
- Indeks Straits Times melemah 9,06 poin (0,27%) ke level 3.402,44.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 23 Januari 2015 ditutup menguat 1,35% pada level 5323. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net buy Rp1,61 triliun. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup mix. Laporan keuangan beberapa emiten yang mengecewakan membuat indeks Dow Jones dan S&P500 ditutup melemah, ditengah optimisme akan stimulus dari bank sentral. Pasar juga masih mengkalkulasi ulang sejauh mana dampak positif dari kebijakan stimulus ECB yang diumumkan sehari sebelumnya. Pelemahan indeks sempat berkurang setelah pejabat ECB menyatakan program pembelian aset oleh ECB dapat diperpanjang setelah September 2016 dengan mempertimbangkan prospek inflasi. Namun tekanan jual bertambah menjelang penutupan bursa, yang antara lain disebabkan oleh berlanjutnya penurunan harga komoditas serta adanya antisipasi hasil pemilu Yunani pada hari Minggu. Menurut pooling terakhir, partai yang anti penghematan diperkirakan a kan memenangkan pemilu. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini di antaranya durable orders, Case-Shiller 20 city index, consumer confidence, new home sales, pending home sales, GDP Q4, Chicago PMI dan Mich Sentiment. Indeks Harga Saham Gabungan hari diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5270-5377. Rekomendasi: KLBF, BMRI, BBNI, BBRI, ASII, BBCA, ADHI, INDF, ADRO.
Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) akhir pekan lalu ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Avg turun -0,79%, sedangkan indeks S&P500 terkoreksi sebesar -0,55%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga mengalami koreksi. Harga minyak mentah WTI turun -1,48% ke level US$48,34 per barel, sedangkan harga emas Comex melemah -0,51% ke posisi US$1.292,60 per troy ounce.
Dari dalam negeri, perseteruan yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diyakini tidak mempengaruhi perkembangan pasar modal. Di sisi lain, faktor stimulus ECB juga dipercaya akan membuat aliran dana asing yang masuk ke Indonesia semakin deras.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas sendiri mengungkapkan jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan kenaikan. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.252 dan resistance 5.350.
(ang/ang)











































