Ekonom Standard Chartered (Stanchart) Bank Indonesia Eric Sugandhi menyebutkan, posisi rupiah akan berada pada level Rp 13.200 menjelang diumumkannya kenaikan suku bunga AS tersebut.
"(Dolar terhadap) Rupiah bisa ke level Rp 13.200 jelang Fed naikkan suku bunganya, akan ada pressure rupiah," ujar usai acara Global Research Briefing 2015 di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (26/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau enggak jadi Fed dinaikkan, rupiah bisa Rp 12.000-12.500," katanya.
Di tempat yang sama, Ekonom Senior Stanchart Bank Indonesia Fauzi Ichsan menyebutkan, di semester I-2015, kondisi rupiah dimungkinkan melemah hingga dolar menembus Rp 13.000.
"Tapi prediksi ini dibuat sebelum ECB melakukan QE, jadi diluncurkannya ECB ini mengubah prediksi. Di semester dua, rupiah bisa menguat ke Rp 12.200-12.500 meski di semester pertama masih bisa melemah. Penguatannya karena defisit transaksi berjalan mulai mengecil, kekhawatiran atas prospek kenaikan suku bunga AS lebih besar dibanding setelah Fed Fund Rate naik," pungkasnya.
(drk/ang)











































