Β
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 5,567 poin (0,11%) ke level 5.254,457 tertinggal penguatan bursa-bursa Asia. Investor asing mulai mengambil untung setelah kemarin borong saham.
Indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis. Sempat naik tinggi di awal perdagangan tapi mendekati siang makin melempem dan jatuh ke zona merah.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (27/1/215), IHSG menipis 6,122 poin (0,12%) ke level 5.253,902. Sementara Indeks LQ45 berkurang 1,677 poin (0,18%) ke level 911,355.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham infrastruktur paling banyak dilepas investor asing. Tapi transaksi pemodal asing hingga sinang hari ini terpantau melakukan pembelian bersih.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 117.649 kali dengan volume 2,592 miliar lembar saham senilai Rp 2,947 triliun. Sebanyak 146 saham naik, 106 turun, dan 91 saham stagnan.
Bursa-bursa regional yang pagi tadi kompak menguat kini bergerak variatif. Kekhawatiran Yunani yang menolak program bantuan Uni Eropa membayangi pelaku pasar Asia.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menanjak 272,02 poin (1,56%) ke level 17.740,54.
- Indeks Hang Seng turun 200,17 poin (0,80%) ke level 24.709,73.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 63,51 poin (1,88%) ke level 3.319,67.
- Indeks Straits Times naik 25,88 poin (0,76%) ke level 3.424,40.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 775 ke Rp 23.250, Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 18.000, Impack (IMPC) turun Rp 425 ke Rp 5.750, dan Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 400 ke Rp 4.800.
(ang/hds)











































