Pasar saham Wall Street diperkirakan tetap buka meski pesisir Timur Laut Amerika Serikat (AS) dilanda badai salju. Bisnis juga akan berjalan seperti biasa di pusat industri finansial New York
Beberapa pialang ada yang menyewa kamar hotel di sekitar Manhattan supaya tidak perlu jauh-jauh berangkat kerja ke lantai bursa. Bank dan perusahaan sekuritas pun tetap buka meski dengan staff yang terbatas.
"Kami masih diminta untuk bekerja, tapi tidak perlu semua staff masuk. Bisnis berjalan seperti biasa," kata Karl Haeling, vice president Landesbank Baden-Wurttemberg di New York Senin sore waktu setempat seperti dikutip Reuters, Selasa (27/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa jalur kereta bawah tanah sudah ditutup, sedangkan kendaraan pribadi juga dilarang lewat pada jam-jam tertentu atas alasan keamanan.
Kendati demikian, pasar saham bersikeras untuk tetap berdagang. Unit usaha Bursa New York yaitu Intercontinental Exchange Inc, Grup Nasdaq OMX, dan BATS Global Markets menyatakan akan tetap buka seperti biasa pada perdagangan Selasa waktu setempat.
Terakhir kali pasar saham ditutup gara-gara cuaca buruk pada Oktober 2012 saat Badai Sandy melanda pesisir timur AS. Badai tersebut mengakibatkan terjadinya mati listrik, banjir, dan angin kencang.
(ang/dnl)











































