Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 4,928 poin (0,09%) ke level 5.272,221 di 100 hari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maraknya sentimen negatif dari pasar global dan regional menekan pergerakan IHSG.
Indeks hanya bertahan sebentar di zona hijau. Setelah sampai di level tertinggi 5.279,914, Indeks langsung kembali jatuh ke zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor asing masih menahan diri, sedangkan pemodal domestik melepas saham-saham lapis dua. Saham-saham komoditas masih bertahan di zona hijau.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 109.380 kali dengan volume 3,451 miliar lembar saham senilai Rp 3,229 triliun. Sebanyak 133 saham naik, 134 turun, dan 76 saham stagnan.
Transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) di pasar negosiasi membuat volume dan nilai transaksi hari ini menanjak. Pengalihan saham bernilai Rp 694 miliar dibantu broker CLSA Indonesia (KZ).
Bursa-bursa regional mulai balik arah ke zona hijau siang ini. Posisi indeks yang sudah rendah dimanfaatkan investor untuk berburu saham.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 34,54 poin (0,19%) ke level 7.802,84.
- Indeks Hang Seng bertambah 81,74 poin (0,33%) ke level 24.889,02.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 28,00 poin (0,83%) ke level 3.324,96.
- Indeks Straits Times menguat tipis 2,28 poin (0,07%) ke level 3.414,48.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.350 ke Rp 57.150, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 11.725, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 180 ke Rp 4.720, dan Tower Bersama (TBIG) turun Rp 150 ke Rp 9.600.
(ang/hds)











































