Corporate Secretary WIKA, Suradi menuturkan, perseroan juga menargetkan kontrak atau order book di tahun ini naik 31,63%, dari Rp 41,42 triliun di tahun 2014 menjadi Rp 54,5 triliun di tahun 2015.
"Kita merencakanan tumbuh 31%. Dari 54 orderbook ini, kita prognosakan untuk diproduksi Rp 16,4 triliun. Tumbuh dari prognosa tahun lalu Rp 12,7 triliun," tutur Suradi di acara konferensi pers WIKA di Restoran Meradelima, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (29/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bottom line laba ditargetkan Rp 765 miliar. Ini target yang kita sasarkan di tahun 2015," tambahnya.
Sementara itu, terkait belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun ini, perseroan menganggarkan Rp 1,74 triliun, naik 52,37% dari tahun lalu yang mencapai Rp 1,05 triliun. Capex di tahun 2015 tersebut terdiri dari βcapex WIKA induk Rp 952,2 miliar, dan capex anak perusahaan sebesar Rp 782,97 miliar.
"Kita bakal kerjakan untuk di bidang energi dan kelistrikan. Dan sumber daya air juga di bidang toll road," tuturnya.
(zul/ang)











































