Kembangkan Infrastruktur, BEJ Pinjam US$ 5 juta ke IFC

Kembangkan Infrastruktur, BEJ Pinjam US$ 5 juta ke IFC

- detikFinance
Senin, 31 Jan 2005 12:04 WIB
Jakarta - Bursa Efek Jakarta (BEJ) akan mengajukan pinjaman lunak sebesar US$ 5 juta kepada International Finance Corporation (IFC) untuk pengembangan infrastrukturnya. Hal tersebut disampaikan Dirut BEJ Erry Firmansyah kepada wartawan disela-sela acara donor darah di Gedung BEJ, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (31/1/2005)."Kita butuh US$ 5 juta untuk IT. Pembangunannya kan butuh duit. Pembangunannya akan dilaksanakan tahun ini," Kata Erry. Namun Erry mengaku belum tahu kapan pinjaman itu bisa direalisasikan. Yang jelas, lanjut Erry, IFC telah datang ke BEJ pada pekan lalu. "Mereka sudah mempelajari data-data yang sudah kita kirimkan. Tinggal di follow up saja," katanya.Erry mengakui, pihaknya terpaksa meminjam ke IFC karena untuk permintaan hibah ke Bank Dunia tidak mungkin. Sementara pinjaman komersial juga tidak bisa karena BEJ merupakan instansi non profit. "Berapa bunganya. Kita kan lembaga non profit. Akhirnya kita bicara ke IFC," ungkapnya. Sebelumnya, dalam RUPSnya Oktober 2004 lalu, BEJ menargetkan untuk investasi tahun 2005 mencapai Rp 48,56 triliun. Jumlah ini berarti lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 16,529 miliar. Peningkatan investasi ini sehubungan dengan rencana BEJ untuk melakukan up grade mesin baru serta rencana pembuatan mesin untuk produk derivatif selain meningkatkan fungsi mesin untuk saham. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads