IHSG Bisa Bergerak Negatif

Rekomendasi Saham

IHSG Bisa Bergerak Negatif

- detikFinance
Senin, 02 Feb 2015 08:55 WIB
IHSG Bisa Bergerak Negatif
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu bertahan positif seharian berkat sentimen positif dari bursa saham global. Indeks naik 26 poin, nyaris tembus lagi 5.300.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (30/1/2015), IHSG bertambah 26,686 poin (0,51%) ke level 5.289,404. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 2,995 poin (0,33%) ke level 912,054.

Sementara Wall Street berakhir di zona merah setelah melewati perdagangan yang fluktuatif. Lemahnya data-data ekonomi AS dan ketidakstabilan di Uni Erope memberi sentimen negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 251,9 poin (1,45%) ke level 17.164,95, Indeks S&P 500 kehilangan 26,26 poin (1,3%) ke level 1.994,99 dan Indeks Komposit Nasdaq jatuh 48,17 poin (1,03%) ke level 4.635,24.

Hari ini IHSG diperkirakan bisa bergerak negatif jika melihat pergerakan bursa global dan regional. Investor asing diprediksi akan melepas saham lagi.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 144,32 poin (0,82%) ke level 17.530,07.
  • Indeks Straits Times naik 13,94 poin (0,41%) ke level 3.405,14.

Rekomendasi untuk perdagangan saham pagi hari ini:
Mandiri Sekuritas
Pasar saham America Serikat (AS) akhir pekan lalu ditutup terkoreksi. Indeks Dow Jones Industrial Avg melemah sebesar -1,45%, sedangkan indeks S&P500 turun sebesar -1,30%.

Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini variatif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) melemah sebesar -1,16%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) menguat +0,15%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami apresiasi. Harga minyak mentah WTI naik +7,26% ke level US$48,99 per barel, sedangkan harga emas Comex menguat +1% ke posisi US$1.279,20 per troy ounce.

Dari dalam negeri, Kami memprediksi inflasi Januari akan mengalami kenaikan 0,24% (MoM), atau lebih rendah daripada rerata Januari 2010-2013 yang sebesar 0,7%. Posisi itu akan membuat inflasi tahunan melambat menjadi 7,5% dari 8,4% pada Desember 2014.

Sebagai perbandingan, prediksi konsensus untuk inflasi adalah 0,28% MoM dan 7,5% YoY. Sementara neraca perdagangan Desember 2014 kami perkirakan dapat membukukan surplus US$110 juta, dari defisit US$426 juta pada bulan sebelumnya (prediksi konsensus: surplus US$217 juta).

Analis Teknikal Mandiri Sekuritas sendiri mengungkapkan jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan kenaikan. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.254 dan resistance 5.325.

Oso Securities
Mengakhiri bulan Januari (30/01) IHSG ditutup rebound. IHSG menguat 0.50% atau naik 26.68 poin ke level 5,289.40. Pada akhir pekan lalu IHSG mengalami kenaikan karena sentiment positifnya data ekonomi US pada hari sebelumnya di tengah pelemahan Rupiah dimana investor yang mananti data ekonomi dalam negeri yang akan rilis pada pekan ini. Hanya sektor yang mengalami pelemahan. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp550 miliar.

Sementara itu, indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan ditutup mengalami pelemahan, di mana Indeks Dow Jones turun 1.45% ke level 17,164.95, Indeks S&P mengalami pelemahan 1.30% menjadi 1,994.99 serta Indeks Nasdaq mengalami pelemahan 1.03% menjadi 4,635.24. Pelemahan seiring dengan melambatnya data GDP Growth Rate QoQ Adv AS yang rilis sebesar 2.6% pada Q4 2014 dari sebelumnya sebesar 5.0% atau berada di bawah estimasi sebesar 3.3%.

Hari ini kami perkirakan IHSG begerak variatif berpotensi mengalami pelemahan. Secara teknikal, IHSG berada di bawah upper bollinger bands dan membentuk candle doji. Indikator MACD bergerak mendatar dengan histogram positif dan indikator stochastic oscillator berada pada area overgbought. Kami perkirakan IHSG akan berada pada kisaran support 5,250 dan resistance 5,325.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads