Menutup perdagangan Senin (2/2/2015), IHSG berada di posisi 5.276,24. Melemah 13,17 poin (0,25%).
Sementara Indeks LQ45 berakhir di 908,39. Melemah 3,67 poin (0,4%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir sepanjang hari IHSG berada di zona merah. Perdagangan di pasar pun tidak terlalu semarak.
Terjadi 189.293 kali transaksi dalam perdagangan hari ini, yang melibatkan 5,8 miliar unit saham senilai Rp 5,28 triliun. Ada 100 saham yang menguat, 202 saham melemah, dan 70 saham stagnan.
Dari 10 sektor saham, hanya keuangan yang masih bisa menguat 0,73%. Sementara 9 sektor lainnya melemah, yang terdalam dialami aneka industri yaitu 1,01%.
Data inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tidak mampu menjadi pendorong antusiasme pasar. Padahal pada Januari 2015, terjadi deflasi 0,24%.
Saham-saham yang melemah cukup dalam dan menjadi top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 20.000 menjadi Rp 340.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 825 menjadi Rp 56.975, dan Tembaga Mulia Semanan (TBMS) turun Rp 600 menjadi Rp 7.000.
Sedangkan saham-saham yang masih bisa menguat dan menjadi top gainers di antaranya adalah Elang Mahkota Teknologi (EMTK) naik Rp 400 menjadi Rp 9.900, Cita Marga Nusaphala Persada (CMNP) naik Rp 385 menjadi Rp 3.185, dan Unilever (UNVR) naik Rp 350 menjadi Rp 36.175.
IHSG mengikuti tren bursa saham Asia, yang cenderung melemah. Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kurang menggembirakan dan ketidakpastian di Eropa memberi sentimen negatif.
Berikut perkembangan sejumlah bursa saham di Asia:
- Nikkei 225 turun 116,35 poin (0,66%) menjadi 17.558,04.
- Hang Seng melemah 22,31 poin (0,09%) menjadi 24.484,74.
- Shanghai Composite Index terkoreksi 81,37 poin (2,53%) menjadi 3.129.
- Straits Times menguat 24,22 poin (0,71%) menjadi 3.415,42.











































