Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai total Rp 75 triliun itu masih dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun, sudah banyak spekulasi beredar di pasar saham yang membuat saham-saham BUMN penerima BUMN menguat.
Kepala Riset Woori Korindo Securities, Reza Priyambada, mengatakan jangan terburu-buru membeli saham BUMN penerimaan PMN. Pertama, lihat dulu modal tambahan itu akan dipakai untuk apa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada lima emiten yang akan menerima tambahan modal dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Dari situ investor bisa melihat modal yang diberikan pemerintah akan digunakan untuk apa saja. Dua BUMN karya, akan melanjutkan proyek-proyek konstruksi eksisting dan mencari proyek baru.
Bank milik negara akan menggenjot kredit setelah dapat tambahan modal, sedangkan Antam membangun smelter serta lanjutkan beberapa proyek. Sementara Krakatau Steel hanya suntikan modal non tunai.
"Kita harus jeli melihat-lihat proyek mana yang kira-kira akan langsung jalan begitu dana tersedia. Misalnya yang BUMN karya itu kan bisa langsung jalan, tapi kalau bangun smelter itu kan masih butuh waktu lama," ungkapnya.
Hari ini DPR sedang melakukan rapat internal mengenai persetujuan PMN tersebut. Besok, Menteri BUMN Rini Soemarno bersama seluruh BUMN penerima PMN akan kembali menggelar rapat dengan DPR.
Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mulai mengkoleksi saham-saham penerima PMN. Karena jika besok DPR memberi restu PMN bisa cair, maka saham-saham BUMN ini bisa mendapat sentimen positif.
"Sekarang kan posisinya masih menunggu keputusan DPR," katanya.
(ang/hds)











































