Mengakhiri perdagangan, Rabu (4/2/2015), IHSG ditutup naik 23,566 poin (0,45%) ke level 5.315,284. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 6,760 poin (0,74%) ke level 920,349.
Wall Street berakhir melemah tipis setelah dua hari menguat. Saham-saham energi kembali kena koreksi mengikuti turunnya harga minyak dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif jika melihat sentimen yang beredar. Melemahnya bursa global kemungkinan besar menyeret IHSG ke zona merah.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 151,07 poin (0,85%) ke level 17.527,67.
- Indeks Straits Times turun 9,48 poin (0,28%) ke level 3.408,09.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 4 Februari 2015 ditutup menguat 0,45% pada level 5315. Sektor infrastruktur menyumbangkan pnguatan terbesar. Investor asing net buy Rp873,5 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup mix setelah ECB memperketatkan persyaratan pada bantuan untuk Yunani serta adanya koreksi harga minyak mentah. ECB menyatakan tidak akan lagi menerima utang pemerintah Yunani sebagai jaminan mulai pekan depan. Langkah tersebut menyebabkan bank sentral Yunani harus menyediakan likuditas darurat tambahan kepada bank dalam beberapa pekan mendatang. Harga minyak mentah mengalami koreksi setelah data cadangan minyak AS menunjukkan kenaikan pada level tertinggi sejak 1982. Sementara itu data ADP Employment menunjukkan penyerapan tenaga kerja sektor swasta sebesar 213 ribu, lebih rendah dari estimasi yang sebesar 223 ribu. Indeks ISM sektor jasa menunjukkan ekspansi yang tercepat pada bulan Januari, mengindikasikan pertumbuhan sektor yang merupakan kont ributor terbesar bagi perekonomian AS ini akan mampu membantu ekonomi AS dari perlambatan ekonomi global. Sekitar 78% emiten dalam indeks S&P membukukan kinerja yang melebihi estimasi. Indeks Harga Saham Gabungan hari diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5260-5324. Rekomendasi: BMRI, SMGR, BBRI, BBCA, BBNI, INTP, ASII, SMRA.
Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup sideways. Indeks Dow Jones Industrial Avg menguat tipis +0,04%, sedangkan indeks S&P500 melemah sebesar -0,42%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini dibuka negatif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) terkoreksi sebesar -0,56%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) turun -0,42%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas menguat. Harga minyak mentah WTI naik +0,54% ke level US$48,71 per barel, sedangkan harga emas Comex menguat +0,68% ke posisi US$1.273,10 per troy ounce.
Dari dalam negeri, BADAN Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) mengisyaratkan menolak penyertaan modal negara (PMN) kepada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang mengajukan PMN di atas Rp 1 triliun. DPR menilai, PMN yang diajukan tidak ditopang oleh rencana bisnis yang jelas.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas sendiri mengungkapkan jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan kenaikan. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak dikisaran support 5.252 dan resistance 5.350.
(ang/ang)











































