Membuka perdagangan Selasa (10/2/2015), IHSG berada di posisi 5.353,81. Menguat 5,34 poin atau 0,1%. Sementara Indeks LQ45 dibuka 927,63, bertambah 1,35 poin (0,15%).
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat pembukaan pasar tercatat Rp 12.635/US$. Menguat dibandingkan kala penutupan perdagangan kemarin yaitu Rp 12.645/US$.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minimnya rilis data-data ekonomi menyebabkan investor global kurang bergairah. Namun ini sepertinya tidak berlaku di Indonesia.
Begitu dibuka, IHSG terus menanjak. Investor sepertinya masih bernafsu 'berburu' saham untuk mencetak rekor IHSG. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya tercatat kala penutupan Sesi I kemarin, yaitu di 5.363,65.
Investor pun seakan tidak menghiraukan hujan dan banjir yang mengepung Jakarta. Investor masih rajin membeli berbagai saham, terutama sektor aneka industri.
IHSG pun bergerak anomali di tengah bursa regional yang mixed cenderung melemah. Namun pelemahan di sejumlah bursa Asia belum terlalu tajam.
Berikut perkembangan beberapa indeks bursa saham regional:
- Nikkei 225 melemah 146,42 poin (0,83%) menjadi 17.565,51.
- Hang Seng terkoreksi 47,95 poin (0,2%) di posisi 24.473,05.
- KOSPI turun 6,92 poin (0,36%) menjadi 1.940,08.
- Straits Times naik 6,92 poin (0,36%) di posisi 1.940,08.
- Shanghai Composite Index menguat 5,85 poin (0,19%) menjadi 3.100,97.











































