Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.717 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.667 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 15,183 poin (0,29%) ke level 5.336,657 mengikuti pergerakan bursa global yang berharap ada penyelesaian utang di Yunani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik 15,035 poin (0,28%) ke level 5.336,509. Indeks bertahan positif berkat aksi beli selektif investor asing.
Saham-saham bank berkapitalisasi besar jadi incaran investor. Hampir seluruh indeks sektoral bisa menguat siang ini, kecuali sektor industri dasar dan konstruksi.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (11/2/2015), IHSG ditutup tumbuh 15,045 poin (0,28%) ke level 5.336,519. Sementara Indeks LQ45 ditutup bertambah 5,261 poin (0,57%) ke level 926,166.
Rekor intraday tertinggi IHSG dicetak Senin 9 Februari lalu di level 5.375,088. Sedangkan rekor penutupannya di 5.348.47 setelah menguat 5,95 poin (0,11%). Hari ini rekor belum terpecahkan.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 602,8 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 227.539 kali dengan volume 5,675 miliar lembar saham senilai Rp 5,193 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 154 turun, dan 112 saham stagnan.
Bursa-bursa regional menutup perdagangan sore ini dengan mixed. Bursa saham Tiongkok dan Singapura berhasil bertahan di zona hijau.
Bursa saham Jepang hari ini tutup menyambut National Foundation Day. Pelaku pasar di Asia berburu saham atas harapan membaiknya ekonomi Uni Eropa.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Hang Seng melemah 213,08 poin (0,87%) ke level 24.315,02.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 16,11 poin (0,51%) ke level 3.157,70.
- Indeks Straits Times naik 8,52 poin (0,25%) ke level 3.442,76.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.165 ke Rp 3.630, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 850 ke Rp 2.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 575 ke Rp 55.300, dan Matahari (LPPF) turun Rp 300 ke Rp 15.400.
(ang/hds)











































