"Selama periode ini para pekerja akan diberhentikan dan kontrak tongkang ditangguhkan," kata Direktur Utama GTBO Ratendra Kumar Srivastva dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2015).
Ia mengatakan, Perseroan akan melakukan upaya untuk menjaga infrastruktur dan peralatan pertambangan sehingga saat beroperasi Mei mendatang tidak akan ada gangguan dan bisa melanjutkan produksi serta penjualan secara optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu ongkos penambangan sekitar 45% dari total biaya, sekarang ini melonjak jadi 70-75% dari total biaya tunai. Sementara biaya kas telah turun karena kenaiakn produksi.
"Tapi karena harga jual yang lebih rendah sehingga margin EBITDA menjadi nol atau negatif. Saat ini para penambang kecil menghadapi masalah arus kas yang akan memaksa mereka keluar sehingga dapat berimbas pada harga," ujarnya.
Perseroan selama ini memasok batu bara ke pasar India yang sedang terjadi perubahan struktural dalam pasar batu bara akibat perubahan pemerintahan.
"Perubahan ini akan memakan waktu 2-3 bulan lagi untuk menyelesaikannya dan kami berharap penuh bahwa kami akan mulai menjual batu bara ke pasar India pada Mei/Juni 2015 dan seterusnya," katanya.
(ang/ang)











































