Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.810 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.717 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 5,538 poin (0,10%) ke level 5.342,057 meski di tengah koreksi bursa-bursa Asia. Investor asing belum berhenti berburu saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG berkurang 9,436 poin (0,18%) ke level 5.327,083 setelah muncul aksi ambil untung. Saham-saham yang kemarin sudah naik tinggi langsung jadi sasaran jual.
Investor asing makin getol berburu saham justru menjelang akhir perdagangan. Indeks yang sebelumnya terjebak di teritori negatif bisa diangkat ke atas.
Menutup perdagangan, Kamis (12/2/2015), IHSG naik tipis 6,892 poin (0,13%) ke level 5.343,411. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 2,761 poin (0,30%) ke level 928,927.
Saham-saham agrikultur dan infrastruktur yang jadi sasaran beli sore ini. Dana asing kembali masuk ke lantai Bursa Efek Indonesia (BEI).
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 942,25 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 238.607 kali dengan volume 5,243 miliar lembar saham senilai Rp 5,784 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 152 turun, dan 96 saham stagnan.
Rata-rata bursa di Asia menutup perdagangan sore ini menguat di zona hijau. Hanya bursa saham Singapura yang masih melemah.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 327,04 poin (1,85%) ke level 7.979,72.
- Indeks Hang Seng naik 107,13 poin (0,44%) ke level 24.422,15.
- Indeks Komposit Shanghai bertambah 15,71 poin (0,50%) ke level 3.173,42.
- Indeks Straits Times melemah 32,51 poin (0,94%) ke level 3.412,06.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 425 ke Rp 65.325, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 425 ke Rp 10.175, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 23.400, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 54.950.
(ang/ang)











































