Pada pembukaan perdagangan kemarin, dolar AS bertengger di posisi Rp 12.835. Posisi tertingginya bahkan sempat mencapai Rp 12.851. Sementara titik terendah dolar AS ada di Rp 12.781.
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil berpendapat, ada 2 faktor utama mengapa dolar AS begitu 'perkasa'. Dua faktor tersebut berasal dari luar negeri atau eksternal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya 2 isu ini bukan hal baru. Namun 'digoreng' kembali oleh para spekulan untuk mengambil untung.
"Ada spekulan menjadikan isu Yunani kembali mencuat. Sebenarnya itu isu lama tapi diangkat kembali untuk menggerakan pasar," kata dia di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/2/2015).
Namun, Sofyan menilai pelemahan rupiah hanya sementara. Isu-isu seperti Yunani nantinya akan mereda dan pasar kembali normal.
"Yang penting masyarakat disadarkan bahwa rupiah naik dan turun itu di tingkat kewajaran," ujarnya.
(dna/hds)











































