Mengutip data perdagangan Reuters, saat ini dolar AS diperdagangkan di posisi Rp 12.805. Sofyan Djalil, Menko Perekonomian, menyebutkan pergerakan nilai tukar rupiah bergantung pada faktor domestik dan eksternal.
"Di dalam negeri tidak ada yang mengkhawatirkan. Ekonomi bagus, inflasi oke, perbaikan birokrasi, APBN sudah disahkan," kata Sofyan di gedung DPD, Jakarta, Rabu (18/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada persoalan di luar kontrol kita, yaitu ketidakpastian di Eropa. Dengan menangnya partai sosialis di Yunani membuat ekonomi Eropa lebih sulit karena ketidakpastian. Amerika juga ekonominya lebih baik," jelas Sofyan.
Faktor-faktor tersebut, tambah Sofyan, membuat investor global ramai-ramai 'berburu' dolar AS. Akibatnya, mata uang dunia (termasuk rupiah) cenderung melemah. Bahkan dia menyebut pelemahan rupiah masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain.
"Pelemahan rupiah dibanding mata uang di regional ini seperti yen (Jepang) dan won (Korea Selatan) itu tidak seberapa. Ada mata uang yang depresiasinya lebih dalam dari rupiah," tuturnya.
(hds/hen)











































