Dolar 'Perkasa' Lagi di Rp 12.800, Ini Penjelasan Menko Sofyan

Dolar 'Perkasa' Lagi di Rp 12.800, Ini Penjelasan Menko Sofyan

- detikFinance
Rabu, 18 Feb 2015 11:47 WIB
Dolar Perkasa Lagi di Rp 12.800, Ini Penjelasan Menko Sofyan
Jakarta - Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor baru dengan menembus level 5.400. Namun, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) justru belum bisa menguat.

Mengutip data perdagangan Reuters, saat ini dolar AS diperdagangkan di posisi Rp 12.805. Sofyan Djalil, Menko Perekonomian, menyebutkan pergerakan nilai tukar rupiah bergantung pada faktor domestik dan eksternal.

"Di dalam negeri tidak ada yang mengkhawatirkan. Ekonomi bagus, inflasi oke, perbaikan birokrasi, APBN sudah disahkan," kata Sofyan di gedung DPD, Jakarta, Rabu (18/2/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, lanjut Sofyan, yang membuat rupiah melemah adalah sentimen dari luar negeri. Dia menyebut ada ketidakpastian di Eropa dan pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam.

"Ada persoalan di luar kontrol kita, yaitu ketidakpastian di Eropa. Dengan menangnya partai sosialis di Yunani membuat ekonomi Eropa lebih sulit karena ketidakpastian. Amerika juga ekonominya lebih baik," jelas Sofyan.

Faktor-faktor tersebut, tambah Sofyan, membuat investor global ramai-ramai 'berburu' dolar AS. Akibatnya, mata uang dunia (termasuk rupiah) cenderung melemah. Bahkan dia menyebut pelemahan rupiah masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain.

"Pelemahan rupiah dibanding mata uang di regional ini seperti yen (Jepang) dan won (Korea Selatan) itu tidak seberapa. Ada mata uang yang depresiasinya lebih dalam dari rupiah," tuturnya.

(hds/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads