Menko Sofyan: Era Dolar Rp 10.000 Sudah Lewat

Menko Sofyan: Era Dolar Rp 10.000 Sudah Lewat

- detikFinance
Rabu, 18 Feb 2015 12:17 WIB
Menko Sofyan: Era Dolar Rp 10.000 Sudah Lewat
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bulan terakhir 'setia' di kisaran Rp 12.000/US$. Sofyan Djalil, Menko Perekonomian, menegaskan rupiah di level tersebut cocok untuk mendongrak kinerja ekspor.

"Kondisi rupiah yang Rp 12.000-an bagi eksportir ini nyaman," ujarnya di Gedung DPD, Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Selain itu, Sofyan menegaskan sulit untuk berharap dolar AS melemah hingga kembali ke level Rp 10.000. Pasalnya, posisi tersebut justru tidak menguntungkan ekspor. Tercatat dolar di posisi Rp 10.000-an pada Juli 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan juga masyarakat mengharapkan rupiah balik ke Rp 10.000/US$ karena tidak bagus buat ekspor kita. Jadi era mata uang Rp 10.000/US$ sudah lewat," tegasnya.

Bank Indonesia mencatat rata-rata nilai tukar rupiah pada kuartal IV-2014 adalah Rp 12.444/US$. Melemah 3,9% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Sementara sepanjang Januari 2015, rata-rata nilai tukar adalah Rp 12.581/US$. Turun 1,21% dibandingkan Desember 2014.

"(Pertumbuhan) ekspor manufaktur Indonesia menunjukan sudah mendekati 7%. Mungkin teman-teman lain mengatakan pelemahan rupiah tidak meningkatkan ekspor, tapi itu terlihat di manufaktur. Sudah terbukti rupiah sesuai fundamental mampu mendorong manufaktur," jelas Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior BI, kemarin.

Meski ekspor bakal membaik, tetapi Mirza memperkirakan neraca perdagangan Indonesia beberapa waktu ke depan masih akan defisit. Impor masih sulit dihadang walau rupiah melemah dan dolar 'perkasa'.

"Namun yang membedakan, dulu itu defisit oleh impor barang konsumsi dan BBM. Tapi kalau ke depan, itu dikarenakan pembangunan infrastruktur dan upaya mendorong investasi. Jadi memang akan ada penambahan impor, tapi lebih kepada yang produktif," jelas Mirza.

(hds/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads