Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melesat 35,253 poin (0,66%) ke level 5.372,754 didorong optimisme turunnya suku bunga acuan alias BI Rate. Investor asing langsung semangat borong saham.
Tak butuh waktu lama bagi IHSG untuk mencapai rekor intraday tertingginya sepanjang masa di 5.415. Rekor intraday IHSG sebelumnya ada di level 5.380,837 yang diraih Senin lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor langsung berburu saham-saham blue chip sejak pembukaan perdagangan. Tapi tidak semua sektor saham bisa menguat setelah saham-saham agrikultur terkena aksi ambil untung.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 146.200 kali dengan volume 4,527 miliar lembar saham senilai Rp 5,608 triliun. Sebanyak 175 saham naik, 83 turun, dan 89 saham stagnan.
Volume dan nilai transaksi hari ini bertambah cukup signifikan berkat transaksi saham PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) senilai Rp 754 miliar di pasar negosiasi. Penjualan dibantu broker UBS Securities (AK) sedangkan pembelian oleh Profindo International Securities (RG).
Bursa-bursa regional masih kompak bertahan di zona hijau hingga siang hari ini. Rekor Wall Street semalam jadi penyemangat investor lakukan aksi beli.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menguat 170,64 poin (0,95%) ke level 18.157,73.
- Indeks Hang Seng naik 47,20 poin (0,19%) ke level 24.832,08.
- Indeks Straits Times tumbuh 19,75 poin (0,58%) ke level 3.435,66.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 5.000 ke Rp 310.000, Tower Bersama (TBIG) turun Rp 250 ke Rp 8.500, Unggul Indah (UNIC) turun Rp 150 ke Rp 1.600, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 25.050.
(ang/dnl)











































