Hal tersebut dialami Mikhael Marthin. Pria berusia 44 tahun ini mulai mengenal investasi forex dari temannya tahun 2013 lalu.
Menurut cerita temannya itu, investasi di forex menggiurkan, peluang untung sangat besar. Mikhael pun tergoda. Dengan modal awal Rp 200 juta, Mikhael coba-coba bisa mengail 'ikan' besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata benar. Mikhael pun perlahan mulai mengunduh hasil coba-cobanya itu. Lagi dan lagi sehingga mendorongnya untuk terus menambah saldo.
Karena dinilai menguntungkan, Mikhael pun mengajak sang mertua untuk ikut bertransaksi di forex. Uang Rp 300 juta dari sang mertua pun, ia percayakan kepada sang pialang PT Rex Capital Futures.
"Dalam hal ini saya ngerti ada untung, ada rugi. Awalnya Rp 200 juta. Saya masuk, ternyata ini menggiurkan, saya ajak mertua saya, saya jelasin, Mah ini enak, coba masuk, dia kasih Rp 300 juta sampai terus Rp 800 juta," sebut dia.
Namun, apa dikata, Mikhael yang berprofesi sebagai debt collector ini kecolongan juga. Setelah menikmati manisnya untung dari forex yang hanya sesaat, para pialang yang memutar uangnya dan mertuanya ini perlahan tak lagi muncul. Menghilang tanpa jejak.
Sisa uang dari hasil transaksinya yang mencapai Rp 499 juta dari total nilai investasinya senilai Rp 817 juta lenyap dibawa lari sang pialang.
"Ini uang hasil saya kerja, lama saya ngumpulin uang sekitar 5-10 tahun, saya taruh di sini. Ada uang mertua saya juga, saya ditagih terus kan jadi nggak enak. Niatnya pengen untung main di sini, akhirnya sampai seperti ini, saya ngamuk, kembalikan uang saya," tegas dia.
(drk/ang)











































