Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 12.880 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 8,914 poin (0,16%) ke level 5.426,228 didorong aksi beli investor asing. Saham-saham unggulan kembali jadi incaran investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks juga menembus rekor intraday tertinggi sepanjang masa di 5.448,695. Hampir seluruh indeks sektoral di lantai berhasil menguat, hanya sektor tambang yang jatuh ke teritori negatif.
Menutup perdagangan, Rabu (25/2/2015), IHSG menanjak 27,794 poin (0,51%) ke level 5.445,108. Sementara Indeks LQ45 melaju 6,368 poin (0,67%) ke level 950,830.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 793,189 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 240.429 kali dengan volume 6,132 miliar lembar saham senilai Rp 7,095 triliun. Sebanyak 152 saham naik, 141 turun, dan 91 saham stagnan.
Volume dan nilai transaksi hari ini naik signifikan berkat transaksi saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) senilai Rp 1,7 triliun di pasar negosiasi.
Dursa-bursa regional menutup perdagangan sore hari ini dengan mixed. Bursa saham Jepang dan China jatuh ke zona merah.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menipis 18,28 poin (0,10%) ke level 18.585,20.
- Indeks Hang Seng naik 28,21 poin (0,11%) ke level 24.778,28.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 18,06 poin (0,56%) ke level 3.228,84.
- Indeks Straits Times menguat tipis 2,72 poin (0,08%) ke level 3.440,33.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tigaraksa (TGKA) turun Rp 500 ke Rp 2.000, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 450 ke Rp 8.400, Matahari (LPPF) turun Rp 350 ke Rp 17.000, dan Buana Finance (BBLD) turun Rp 215 ke Rp 765.
(ang/hds)











































