Pemilu Sebabkan Realisasi PMA 2004 Turun Jadi US$ 4,6 M

Pemilu Sebabkan Realisasi PMA 2004 Turun Jadi US$ 4,6 M

- detikFinance
Kamis, 03 Feb 2005 10:34 WIB
Jakarta - BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) mencatat sepanjang tahun 2004, realisasi investasi PMA (Penanaman Modal Asing) hanya mencapai US$ 4,6 miliar yang terdiri dari 524 proyek. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi investasi PMA pada tahun 2003 yang mencapai US$ 5,4 miliar dengan jumlah proyek 545."Penurunan realisasi PMA lebih disebabkan karena para investor lebih bersikap menunggu perkembangan yang terjadi karena di Indonesia ada tiga kali pemilu yang diselenggarakan secara berturut-turut," kata Kepala BPKP Theo Toemion.Toemion mengungkapkan hal itu saat raker dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/2/2005).Namun menurut Toemion, dengan realisasi investasi PMA pada 524 proyek itu, jumlah tenaga kerja yang berhasil diserap lebih banyak dibandingkan tahun 2003 yakni mencapai 130.131 orang. Sementara penyerapan tenaga kerja pada investasi PMA tahun 2003 yang hanya mencapai 111.751 orang. Sementara realisasi investasi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) pada tahun 2004 mengalami peningkatan dari Rp 11,5 triliun pada tahun 2003 yang meliputi 111 proyek menjadi Rp 15,2 triliun untuk 125 proyek. Adapun penyerapan tenaga kerja untuk realisasi investasi PMDN pada tahun 2004 mencapai 46.300 orang atau meningkat dibanding penyerapan tenaga kerja pada 2003 yang hanya mencapai 40.560 orang. Sepanjang tahun 2004, lanjut Toemion, BKPM telah mengeluarkan surat persetujuan investasi senilai Rp 36,8 triliun untuk 177 proyek PMDN. Sedangkan surat persetujuan investasi untuk PMA yang telah dikeluarkan mencapai US$ 10,3 miliar dengan jumlah proyek 1.187. Menurutnya, sejalan dengan keberhasilan pemilu tahun 2004 dan juga didukung oleh rencana pemerintah yang akan mengeluarkan berbagai insentif baru bagi kegiatan investasi serta akan difinalisasikannya penyusunan RUU penanaman modal, maka hal itu akan memberikan kepastian berusaha dan mendorong terjadinya kenaikan kegiatan investasi di Indonesia pada tahun 2005 dan tahun berikutnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads