Pemilik merek Rumah Sakit Mitra Keluarga, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk berencana melepas kepemilikan sahamnya ke publik melalui penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO).
Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultasi bisnis dan manajemen termasuk jasa manajemen rumah sakit itu menawarkan saham perdana sebanyak-banyaknya 261.913.000 saham biasa atau setara 18% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor.
NIlai nominal saham yang ditawarkan ke publik itu Rp 100 per lembar. Sebanyak 72.753.600 saham baru dan sebanyak-banyaknya 189.159.400 saham biasa atas nama milik Lion Investment Partners B.V sebagai pemegang saham penjual (saham divestasi) yang ditawarkan kepada masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah penawaran umum ini, pemegang sahamnya meliputi PT Griyainsani Cakrasadaya sebesar 32,30%, Lion Investments Partners B.V 49,70%, dan masyarakat 18%.
Dana perolehan IPO sekitar 56% akan digunakan untuk biaya pembelian peralatan medis dan infrastruktur teknologi informasi yang bertujuan untuk memperluas dan meningkatkan kualitas layanan, peralatan, dan fasilitas untuk mengikuti kemajuan teknologi.
Sekitar 20% akan digunakan untuk pembelian peralatan dan infrastruktur teknologi informasi yang bertujuan untuk memperluas dan meningkatkan kualitas layanan, peralatan, dan fasilitas untuk mengikuti kemajuan teknologi.
Sebesar 16% akan digunakan untuk tambahan perolehan tanah yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit di daerah Jabodetabek dan Surabaya.
Sisanya sebesar 8% akan digunakan untuk ekspansi rumah sakit-rumah sakit yang telah ada. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur di rumah sakit perseroan dengan cara penambahan lantai bangunan atau perubahan konfigurasi ruangan dan juga memperluas layanan spesialis yang ada.
Penjamin pelaksana emisi efek PT Kresna Securities, PT Deutsche Securities Indonesia, PT Morgan Stanley Asia Indonesia, dan PT UBS Securities Indonesia.
Masa penawaran awal dilakukan 27 Februari, 2,6, dan 9 Maret 2015. Perkiraan tanggal efektif 13 Maret 2015. Perkiraan masa penawaran umum 17-18 Maret 2015. Perkiraan tanggal penjatahan 20 Maret 2015.
Perkiraan tanggal pengembalian uang pemesanan (refund) 23 Maret 2015. Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik 23 Maret 2015. Perkiraan tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) 24 Maret 2015.
Dalam prospektus disebutkan, ada risiko yang berhubungan dengan kegiatan usaha dan perseroan di antaranya adalah mengenai perkembangan negatif sehubungan dengan Grup Kalbe yang dapat mempengaruhi perseroan dan entitas anak.
(drk/ang)











































