IHSG Rawan Profit Taking

Rekomendasi Saham

IHSG Rawan Profit Taking

- detikFinance
Jumat, 27 Feb 2015 08:55 WIB
IHSG Rawan Profit Taking
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil mencetak rekor baru lagi meski seharian bergerak di zona merah. Aksi beli investor asing jelang penutupan membawa Indeks cetak rekor di 5.451.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (26/2/2015), IHSG ditutup naik tipis 6,314 poin (0,12%) ke level 5.451,422. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,618 poin (0,06%) ke level 950,212.

Wall Street menutup perdagangan dengan mix. Indeks Komposit Nasdaq masih lanjutkan penguatan, sementara Dow Jones dan S&P kena koreksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 10,15 poin (0,06%) ke level 18.214,42, Indeks S&P 500 kehilangan 3,12 poin (0,15%) ke level 2.110,74 dan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 20,75 poin (0,42%) ke level 4.987,89.

Hari ini IHSG diperkirakan rawan aksi ambil untung. Pasalnya posisi Indeks sudah jenuh beli. Investor domestik diprediksi akan jual saham.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
Indeks Nikkei 225 naik 52,03 poin (0,28%) ke level 18.837,82.
Indeks Straits Times turun 8,24 poin (0,24%) ke level 3.417,94.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Kamis (26/2) IHSG naik 6 poin (+0,12%) ke level 5.451,42 dengan nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp5,1 triliun di tengah antisipasi deflasi di bulan Februari 2015 versus keluarnya laporan keuangan emiten.

Saham-saham yang menjadi pendorong bursa a.l. IBCP, LPPF, UNVR, BBRI, dan TLKM di mana asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 66,1 miliar dengan saham-saham yang banyak dibeli asing a.l. TLKM, BBCA, BSDE, SMGR, dan LINK.

Secara teknikal, indeks naik tipis dengan volume yang juga tipis setelah sebelumnya test support MA5. Stochastic, RSI, dan MACD positif.

Hari ini (27/2) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 5.425-5.475 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ERAA, VIVA, BKSL, UNVR, dan WSKT.

Rupiah Kamis (26/2) ditutup di level 12.840 dan hari ini (27/2) diperkirakan akan bergerak di kisaran 12.800-12.875 dengan kecenderungan menguat.

Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Avg turun sebesar -0,06%, sedangkan indeks S&P500 terkoreksi sebesar -0,15%.

Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini mixed. Indeks Nikkei 225 (Jepang) naik sebesar +0,25%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) melemah -0,11%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik +1,43% ke level US$48,86 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,05% ke posisi US$1.210,70 per troy ounce.

Dari dalam negeri, pemesanan Sukuk ritel seri SR 007 dibanjiri peminat. Total pemesanan hingga hari keempat masa penawaran, Kamis (26/2) mencapai 75,5% dari target indikatif pemerintah yang sebesar Rp 20 triliun.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementrian Keuangan Suminto, mengatakan total pemesanan mencapai Rp 15,1 triliun. Adapun jumlah investor telah mencapai 22.317 orang.

Analis Teknikal Mandiri Sekuritas sendiri mengungkapkan jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan kenaikan. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.385 dan resistance 5.500.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads