Menutup perdagangan Sesi I, Jumat (27/2/2015), IHSG berada di posisi 5.449,17. Turun 2,25 poin (0,04%). Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 1,41 poin (0,15%) menjadi 958,8.
Ketika pembukaan perdagangan, investor terlihat masih bersemangat ingin kembali mencetak rekor IHSG. Namun tidak lama kemudian, profit taking pun marak terjadi memanfaatkan penguatan Indeks yang terjadi beberapa hari terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan hari ini berlangsung cukup semarak. Terjadi 121.180 kali transaksi yang melibatkan 3,54 miliar unit saham senilai Rp 2,95 triliun. Ada 136 saham yang naik, 106 turun, dan 85 tidak diperdagangkan.
Saham-saham yang masih mampu menguat dan menjadi top gainers, antara lain United Tractors (UNTR) naik Rp 1.025 menjadi Rp 21.025, Matahari Department Store (LPPF) naik Rp 650 menjadi Rp 17.850, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 275 menjadi Rp 54.075.
Sementara saham-saham yang melemah dan masuk jajaran top losers di antaranya Unilever (UNVR) turun Rp 325 menjadi Rp 36.175, Astra International (ASII) turun Rp 200 menjadi Rp 7.850, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 200 menjadi Rp 14.900.
IHSG searah dengan pergerakan bursa saham regional yang cenderung terkoreksi. Penguatan yang terjadi beberapa hari belakangan dimanfaatkan untuk profit taking di akhir pekan.
Berikut perkembangan bursa saham di sejumlah negara Asia:
- Nikkei 225 naik 28,74 poin (0,15%) menjadi 18.814,53.
- KOSPI turun 2,8 poin (0,14%) menjadi 1.990,28.
- Straits Times turun 0,19 poin (0,01%) menjadi 3.425,99.











































