Menutup perdagangan sesi I Senin (2/3/2015), IHSG berada di posisi 5.472,12. Naik 21,83 poin (0,4%). Indeks LQ45 juga menguat 5,23 poin (0,55%) menjadi 952,1.
Sepanjang perdagangan Sesi I, Indeks tidak pernah menyentuh 'zona merah'. IHSG terus melaju hingga menyentuh rekor baru. Sebelumnya, rekor IHSG ada di 5.451,422.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor terlihat bergairah pasca Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi inflasi 0,36% pada Februari 2015. Artinya, Indonesia mengalami deflasi pada 2 bulan pertama 2015 setelah pada Januari juga deflasi 0,24%.
Saham-saham yang menjadi incaran investor dan menjadi top gainers antara lain United Tractors naik Rp 775 menjadi Rp 21.525, Matahari Department Store (LPPF) naik Rp 675 menjadi Rp 18.525, dan Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 500 menjadi Rp 25.150.
Sementara saham-saham yang melemah dan masuk jajaran top losers di antaranya Blue Bird (BIRD) turun Rp 200 menjadi Rp 10.700, Smart (SMAR) turun 200 menjadi Rp 6.500, dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 105 menjadi Rp 4.695.
IHSG bergerak searah dengan bursa saham regional yang cenderung menguat. Ini karena sentimen positif dari bank sentral China yang memotong suku bunga deposito menjadi 2,5% dan kredit 1 tahun menjadi 5,35%.
Berikut perkembangan sejumlah bursa saham Asia:
- Nikkei 225 menguat 22,51 poin (0,12%) menjadi 18.820,45.
- Hang Seng menguat 62,06% (0,25%) ke posisi 24.885,35.
- KOSPI menguat 7,02 poin (0,35%) menjadi 1.992,82.
- Straits Times melemah 4,32% (0,13%) ke posisi 3.398,54.











































