Pada perdagangan Selasa (3/3/2015), IHSG ditutup di 5.474,61. Melemah 3,21 poin (0,06%). Indeks LQ45 pun melemah 0,58 poin (0,06%) ke posisi 953,11.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan pasar tercatat Rp 12.965/US$. Melemah tipis dibandingkan kala pembukaan pasar yang berada di posisi Rp 12.960/US$.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, penguatan yang terjadi beberapa waktu terakhir membuat investor tergoda melakukan profit taking. Akhirnya jelang akhir perdagangan IHSG terseret ke area negatif.
Perdagangan hari ini berlangsung semarak. Terjadi 251.046 kali transaksi yang melibatkan 7,07 miliar unit saham senilai Rp 7,11 triliun. Ada 132 saham menguat, 161 melemah, dan 94 tidak diperdagangkan.
Saham-saham yang melemah dan masuk jajaran top losers antara lain Matahari Department Store (LPPF) turun Rp 750 menjadi Rp 17.750, Unilever (UNVR) turun Rp 325 menjadi Rp 36.075, dan Blue Bird (BIRD) turun Rp 200 menjadi Rp 10.500.
Sedangkan saham-saham yang menguat dan menjadi top gainers di antaranya United Tractors (UNTR) naik Rp 600 menjadi Rp 22.225, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 550 menjadi Rp 11.850, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 400 menjadi Rp 14.725.
Bursa saham regional bergerak bervariasi. Sejumlah bursa yang awalnya menguat berbalik terkoreksi akibat profit taking, misalnya di Hang Seng.
Berikut perkembangan sejumlah bursa Asia:
- Nikkei 225 melemah 11,72 poin (0,06%) menjadi 18.815,16.
- Hang Seng terkoreksi 184,66 poin (0,74%) ke posisi 24.702,78.
- KOSPI naik 4,57 poin (0,23%) menjadi 2.001,38.
- Straits Times menguat 20,22 poin (0,59%) ke posisi 3.424,11.











































