Fanboy yang Untung Ratusan Juta dari Saham Apple

Fanboy yang Untung Ratusan Juta dari Saham Apple

- detikFinance
Kamis, 05 Mar 2015 07:21 WIB
Fanboy yang Untung Ratusan Juta dari Saham Apple
Jakarta - Alex Gerb merupakan fans berat (fanboy) merek Apple, yang didirikan oleh Steve Jobs. Pria ini untung besar dari pembelian saham Apple yang dibelinya sejak 2007 lalu. Baru-baru ini, Gerb menjual saham Apple miliknya US$ 50 ribu atau sekitar Rp 600 juta.

Gerb membeli saham Apple tersebut hanya US$ 4.000 saat masih kuliah. Saat itu, temannya mengatakan dia gila karena membeli saham tersebut.

Terpikat dengan iPhone, Gerb rela mengantre dan pergi ke Eropa untuk mendapatkan telepon pintar tersebut. Banyak orang antre untuk menyentuh telepon tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya katakan ini akan menjadi besar," kata Gerb dilansir dari CNNMoney, Kamis (4/3/2105).

Dia terus membeli saham Apple, dan memasukannya ke rekening pensiun dan rekening saham yang dimilikinya. Dia memperkirakan saham Apple akan naik hingga 45%.

"Saya yakin, saat itu semua penasihat keuangan mengatakan saya gila. Mereka menyarankan untuk melakukan diversifikasi. Namun saya percaya Apple," jelas Gerb.

Prediksi Gerb benar, saham Apple menjadi salah satu yang terpopuler di dunia. Banyak orang menghasilkan uang banyak dari investasi saham Apple dalam dekade terakhir.

Di Januari 2005, saham Apple dijual US$ 5 per lembar. Saat ini harganya US$ 130 per lembar, dan menjadi perusahaan paling berharga di dunia.

Keuntungan investasi saham Apple juga dialami Bruce Cowling, pensiunan dari Florida berumur 64 tahun. Saat memperolah dana jaminan sosial pada September 2012 Cowling menginvestasikannya pada saham Apple.

Pada saat pensiun, Cowling dan istrinya tidak membutuhkan jaminan sosial. Karena itu, uangnya diinvestasikan untuk diberikan ke anaknya suatu hari.

Uang yang dihasilkannya dari pembelian saham Apple cukup besar. Saat ini, Cowling memiliki 1.225 lembar saham Apple, dan memperoleh laba sekitar US$ 45.000 atau Rp 540 juta.

Keuntungan itu belum direalisasikan, karena saham Apple yang dimiliki Cowling belum dijual. Menurut sejumlah analis Wall Street, saham Apple diprediksi bisa mencapai US$ 150/lembar atau lebih.

(dnl/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads