IHSG Melirik Rekor Baru

Sesi I

IHSG Melirik Rekor Baru

- detikFinance
Kamis, 05 Mar 2015 12:16 WIB
IHSG Melirik Rekor Baru
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 27 poin dan melirik rekor baru setelah kemarin terkena koreksi cukup tajam. Aksi beli dilakukan investor domestik.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 9,84 poin (0,18%) ke level 5.457,89. Laju IHSG berlawanan dengan Wall Street dan bursa regional yang terjebak di 'jalur merah' karena minimnya sentimen yang bisa menggerakkan pasar.

Rekor intraday tertinggi IHSG masih belum terpecahkan, yaitu di level 5.499,765 yang diraih pada perdagangan Selasa 3 Maret 2015 lalu. Siang ini IHSG hanya mampu mencapai 5.476,626.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (5/3/2015), IHSG menanjak 27,908 poin (0,51%) ke level 5.475,967. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,260 poin (0,66%) ke level 952,773.

Sembilan sektor berhasil menguat berkat aksi beli investor domestik. Investor asing masih terus melepas saham sejak perdagangan kemarin.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 108.262 kali dengan volume 2,642 miliar lembar saham senilai Rp 2,359 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 96 turun, dan 102 saham stagnan.

Bursa-bursa regional bergerak variatif cenderung melemah hingga siang hari ini. Hanya bursa Jepang yang masih bisa menguat bersama Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 34,58 poin (0,18%) ke level 18.738,18.
  • Indeks Hang Seng turun 138,55 poin (0,57%) ke level 4.326,83.
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 32,85 poin (1,00%) ke level 3.246,68.
  • Indeks Straits Times melemah 6,37 poin (0,19%) ke level 3.409,16.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 825 ke Rp 54.850, Matahari (LPPF) naik Rp 675 ke Rp 18.175, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 475 ke Rp 12.475, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 450 ke Rp 5.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 2.000 ke Rp 278.000, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 385 ke Rp 2.265, SMART (SMAR) turun Rp 175 ke Rp 6.400, dan Buana Finance (BFIN) turun Rp 100 ke Rp 2.600.

(ang/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads