Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hampir seharian ini bergerak di kisaran Rp 13.000/US$. Ini merupakan yang terlemah sejak 17 tahun terakhir.
Namun baru saja rupiah kembali menguat dan kembali ke kisaran Rp 12.900/US$. Mengutip data Reuters, Kamis (5/3/2015), dolar AS kini diperdagangkan di posisi Rp 12.980.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pelemahan rupiah lebih disebabkan faktor eksternal. Dia meyakini, pelemahan ini bersifat sementara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sampaikan kalau ada terkait nilai tukar, sepenuhnya dalam banyak hal karena dinamika yang ada di luar. Rupiah sendiri dalam keadaan baik," sambung Agus.
Apakah BI akan melakukan intervensi di pasar? Agus tidak memberikan jawaban yang pasti.
"BI akan selalu ada di pasar menjaga volatilitas rupiah. Secara umum tidak perlu khawatir. BI tugas utamanya untuk jaga volatilitas," tuturnya.
(hds/dnl)











































