Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus terjadi, dan kemarin dolar AS sempat menembus Rp 13.000. Situasi ini terjadi karena membaiknya perekonomian AS, dan membuat dolar 'pulang kampung' dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
Menguatnya dolar AS, membuat pengusaha yang punya utang luar negeri berbentuk dolar akan membengkak. Bank Indonesia (BI) sudah lama mengingatkan pengusaha untuk melakukan 'asuransi dolar' alias hedging.
"Selama 1,5 tahun saya beri peringatan, agar pengusaha sadar. Nilai tukar (dolar) Rp 11.000, sekarang jadi Rp 13.000. Kalau pinjamannya valas, berapa yang harus dibayar," jelas Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo di kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (6/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami semua, kementerian bidang ekonomi, kita koordinasi untuk melakukan pendalaman pasar uang, sehingga bisa biayai proyek investasi," ujar Agus Marto.
Namun, Agus marto mengingatkan, pengusaha harus melakukan hedging utang valasnya.
"Saya ingin sampaikan, dunia usaha cukup banyak yang melakukan transaksi dalam valas. Jadi harus jaga martabat rupiah di Indonesia dan menciptakan valas lebih stabil," ujar Agus Marto.
(dnl/ang)











































