Bank Indonesia (BI) menilai ekonomi Indonesia saat ini masih dalam posisi sehat. Gubernur BI Agus Martowardojo meminta masyarakat tidak terhasut, oleh kabar ekonomi Indonesia sedang terguncang.
"Pesan saya ekonomi kita dalam keadaan baik. Jangan percaya hembusan isu ekonomi kurang baik. Mungkin (dari) mereka yang suka impor," ujar Agus di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2015).
Agus mengatakan, ekonomi Indonesia bisa lebih baik lagi jika diberi dukungan oleh masyarakatnya sendiri. Caranya banyak, mulai dari taat bayar pajak sampai berantas korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mesti mengubah mindset kita. Kita ingin negara maju, kita tidak ingin ada korupsi. Ada inisiatif berusaha pemberantasan korupsi harus didukung," tambahnya.
Agus mengatakan, likuiditas di dalam negeri saat ini juga cenderung masih longgar, karena mulai Maret ini pemerintah sudah mulai belanja setelah APBN disetujui.
Ia juga kembali mengingatkan kepada para perusahaan dalam negeri, untuk selalu bertransaksi menggunakan mata uang rupiah. Hal ini dilakukan supaya penguatan dolar bisa ditekan.
"Selama 1,5 tahun saya beri peringatan, agar pengusaha sadar. Nilai tukar (dolar) Rp 11.000, sekarang jadi Rp 13.000. Kalau pinjamannya valas, berapa yang harus dibayar," kata Agus.
(rrd/ang)











































