Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.970 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.985 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 16,2 poin (0,3%) ke level 5.467,15. IHSG mengikuti pergerakan Wall Street dan bursa regional yang juga berada di 'jalur hijau'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melaju 34,147 poin (0,63%) ke level 5.485,094. Laju IHSG dimotori aksi beli investor asing.
Jelang penutupan perdagangan, investor asing makin getol memborong saham. Indeks pun langsung melesat ke titik tertingginya hari ini yang merupakan rekor terbaru.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (6/3/2015), IHSG ditutup melonjak 63,840 poin (1,17%) ke level 5.514,787. Sementara Indeks LQ45 ditutup melompat 14,210 poin (1,5%) ke level 960,781.
Dana asing kembali 'parkir' di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 165,511 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 222.087 kali dengan volume 5,735 miliar lembar saham senilai Rp 6,656 triliun. Sebanyak 150 saham naik, 127 turun, dan 108 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan akhir pekan dengan mixed. Momentum penguatan Wall Street semalam hanya bisa terserap oleh pasar saham Jepang dan Singapura.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 219,16 poin (1,17%) ke level 18.971,00.
- Indeks Hang Seng menipis 29,04 poin (0,12%) ke level 24.164,00.
- Indeks Komposit Shanghai berkurang 7,29 poin (0,22%) ke level 3.241,19.
- Indeks Straits Times naik 25,30 poin (0,75%) ke level 3.420,57.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 9.800, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 175 ke Rp 9.975, Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 26.150, dan Acset (ACST) turun Rp 150 ke Rp 5.500.
(ang/hds)











































