Nilai tukar rupiah semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bahkan sudah tembus Rp 13.000. Satu lembar dolar AS saja bisa sama dengan setumpuk rupiah.
Berdasarkan pantauan detikFinance, di Money Changer Valuta Inti Prima (VIP), Menteng, Jakarta, Senin (9/3/2015), dolar AS terus menguat di angka Rp 13.070 untuk posisi jual, naik dari penutupan Jumat (6/3//2015) di level Rp 12.995. Sementara posisi beli berada di angka Rp 13.035 per dolar AS.
Kondisi pelemahan rupiah ini disayangkan Matius (42), salah satu penukar mata uang di money changer. Menurutnya, mata uang Indonesia tengah mengalami keterpurukan. Satu lembar dolar AS bisa ditukar dengan setumpuk lembaran rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Matius mengatakan, pemerintah melalui kewenangannya seharusnya bisa meredam gejolak rupiah. Paling tidak, tidak melewati angka Rp 11.000 per dolar AS.
"Idealnya sih Rp 11.000 tapi susah ya. Kalau terlalu turun, kayaknya nggak ada nilainya," sebut dia.
Namun begitu, Matius tak mau kehilangan kesempatan untuk bisa meraup keuntungan dari penguatan dolar AS atau pelemahan rupiah ini.
"Saya mau jual. Dolar lagi naik, lumayan kan bisa menguntungkan, ini buat renovasi rumah," terang Matius.
Kesempatan yang sama juga dilakukan Widia Wiwara (52). Dengan kondisi rupiah terus melemah dan dolar AS semakin menguat, ada baiknya mulai menjual dolar AS yang dimilikinya.
"Jual lagi butuh. Dolar lagi naik. Sebenarnya mau naik atau turun, tetap transaksi karena kebutuhan. Karena kan ke klien pembayaran pakai dolar," kata dia. (drk/ang)











































