Nilai tukar rupiah tengah melemah, tak hanya terhadap dolar Amerika Serikat (AS), tapi juga terhadap mata uang Inggris, poundsterling.
Money Changer Valuta Inti Prima (VIP) di sekitaran Menteng, Jakarta Pusat, mematok kurs beli poundsterling Rp 19.710 atau lebih tinggi dari bulan lalu yang hanya di kisaran Rp 19.660.
"Saya jual poundsterling hari ini Rp 19.710, bulan lalu masih Rp 19.660. Bahkan minggu lalu saya jual di money changer Bali Rp 20.099. Jadi memang rupiah lagi melemah," ucap Titi, warga asal Surabaya, Jawa Timur yang berdomisili di London, Inggris saat ditemui detikFinance di lokasi usai bertransaksi di VIP, Senin (9/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, pelemahan rupiah saat ini juga perlu diantisipasi, salah satunya dengan pemangkasan angka nol di belakang (redenominasi), tanpa mengubah nilai mata uang itu sendiri.
"Mata uang Indonesia memang tidak stabil, cukup lemah, kapan ini angka nol di belakang akan dikurangi? Orang asing bingung dengan rupiah, kebanyakan nol. Enggak ada harganya, ini harus didorong," pungkasnya.
(drk/ang)











































