Tuding Mahathir Terlalu Campur Tangan, Bos Proton Mundur

Tuding Mahathir Terlalu Campur Tangan, Bos Proton Mundur

- detikFinance
Jumat, 04 Feb 2005 13:51 WIB
Jakarta - Abu Hassan Kendut, salah satu bos perusahaan pembuat mobil Malaysia, Proton Holdings menyatakan mundur karena menilai mantan PM Mahathir Mohammad mengintervensi terlalu jauh sejumlah kebijakan Proton.Menurut laporan dari Asian Wall Street Journal (AWSJ) seperti dilansir Reuters, Jumat (4/2/2005), Abu Hassan akhirnya mundur setelah Mahathir dikabarkan turut mempengaruhi pemerintah Malaysia untuk menolak usulan Dewan agar mengganti Chief Executive Proton Tengku Mahaleel Tengku Ariff.Seperti diketahui, Proton merupakan salah satu perusahaan yang terkait dengan BUMN Malaysia karena 43 persen sahamnya dimiliki oleh agen investasi pemerintah Malaysia. Pada tahun lalu, mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad ditunjuk sebagai penasehat Proton, setelah lengser dari jabatan PM yang telah diembannya selama hampir 22 tahun.AWSJ juga melaporkan bahwa PM Abdullah Ahmad Badawi sebelumnya mendukung penggantian Mahaleel. Namun Badawi mengubah keputusannya setelah Mahathir meminta pergantian chief executive Proton ditunda. Namun Khazanah Nasional Bhd yang merupakan salah satu pemegang saham Proton menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut. Sementara juru bicara Proton mengaku tidak bisa mengkonfirmasi lebih lanjut berita AWSJ itu. Sedangkan kantor Mahathir juga tidak bersedia memberikan komentarnya. Dalam tulisan di AWSJ itu juga ditulis, Mahathir telah melibatkan dirinya secara jauh dalam usaha manajemen untuk mengubah Proton yang telah lama mendapatkan proteksi menghadapi kompetisi dengan asing sejalan dengan turunnya hambatan perdagangan di Asia. Proton saat ini tengah menghadapi kompetisi yang keras dengan sejumlah rivalnya seperti Hyundai dan Nissan yang baru-baru ini meluncurkan mobil dengan harga yang lebih kompetitif. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads