Nilai dolar Amerika Serikat (AS) menembus Rp 13.000. Uang dolar dalam kondisi rusak pun masih dihargai tinggi, capai Rp 10.000/US$.
"Robek dan lusuh itu tergantung ya. Ada hitungannya, paling besar jatuhnya Rp 10.000/US$," kata Jayani seorang pedagang valuta asing di pinggir Jalan Senen, Jakarta Pusat kepada detikFinance, Senin (9/3/2015).
Kondisi robek yang masih bisa diterima olehnya adalah, bila hanya lembaran yang rusak di bagian pinggir. Bila robekan cukup besar, dan uang dolar lusuh hingga lecek parah, maka nilai tukarnya akan makin rendah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, bila dolar dalam keadaan baru dan tidak lecek, maka nilai tukarnya mengikuti harga pasar. "Kalau uangnya baru, hari ini jual Rp 12.900/US$, beli Rp 13.025/US$," jelasnya.
Hal yang sama juga dikatakan Saad, pedagang valas ini mengungkapkan, paling tinggi dirinya membeli dolar lusuh Rp 10.000/US$.
"Paling tinggi Rp 10.000/US$, lebih tinggi kami tidak bisa jual karena lusuh dan robek kalau ditukar ke money changer juga tidak laku," jelas Saad.
Kemarin, nilai dolar Amerika Serikat (AS) ditutup Rp 13.050 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Jumat, akhir pekan lalu di Rp 12.985. Dolar sudah menembus Rp 13.000 sejak Kamis pekan lalu.
(wij/dnl)











































