Melonjaknya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mau tidak mau akan mempengaruhi harga jual tiket penerbangan. Ongkos bepergian yang kian mahal ini akan mempengaruhi daya beli masyarakat.
Meski begitu, pebisnis biro perjalanan wisata punya siasat jitu agar tidak tekor ketika mata uang Paman Sam melonjak tinggi. Jurus ini dipercaya bisa membuat bisnis perusahaan travel semakin lancar.
Bagian Ticketing Biro Perjalanan Wisata DHN bernama Nita mengungkapkan, untuk menyiasati tingginya dolar AS, pihaknya mengurangi porsi penjualan tiket penerbangan murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dengan mengurangi porsi penjualan tiket murah maka bisnis biro perjalanan tetap lancar. Perusahaan travel juga tidak menanggung kerugian akibat menjual tiket murah perjalanan ke luar negeri di saat dolar AS tinggi.
"Masyarakat kan nanti milih, melihat harga tiket, cari yang paling murah. Nah, kita pasangnya di harga menengah," jelas dia.
Terkait itu, Nita mengaku, pergerakan dolar AS yang semakin mahal tidak berdampak signifikan terhadap bisnis penjualan biro perjalanan wisata.
"Tetap saja nggak mengurangi minat jadi batal liburan, mau dolar naik orang mau liburan ya liburan saja. Jadi ya salah satu caranya yaitu harga (tiket) yang murah nggak dibuka, yang murah ada tapi nggak banyak," tandasnya.
(drk/ang)











































