Mereka meyakini jika berbagai program ekonomi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Namun begitu, perlu banyak yang dibenahi dalam sektor penegakkan hukum agar investor nyaman menanamkan investadinya di dalam negeri.
Demikian disampaikan Head of Investment UBS Indonesia Agung Prabowo saat acara Indonesia Conference 2015, di Hotel Mandarin, Jakarta, Selasa (10/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Country Head of Indonesian Equities and Research UBS Indonesia Joshua Tanja mengungkapkan, meskipun banyak kisruh politik yang terjadi di dalam negeri, nyatanya investor asing masih percaya terhadap iklim investasi di Indonesia. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya investor asing masuk melalui pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menembus rekor tertinggi.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (10/3/2015), IHSG naik 16,405 poin (0,30%) ke level 5.461,039.
"(Kisruh politik) itu tetap menjadi perhatian investor, mereka banyak yang nanya juga, tapi bisa kita lihat minat investor di pasar saham, IHSG sudah tembus level tertinggi," sebutnya.
Lebih jauh Joshua menjelaskan, hal yang mendorong tingginya minat investor asing masuk ke Indonesia antara lain soal komitmen pemerintahan Jokowi yang mendorong berkembangnya proyek-proyek infrastruktur.
Kemudahan izin investasi di dalam negeri juga menjadi sentimen positif investor mau menanamkan modalnya di dalam negeri.
"Investor untuk investasi di sektor infrastruktur itu tinggi. Ada keseriusan pemerintah di kebijakan powerplant, one stop services di BKPM, ada juga PMN, keseriusan pemerintah dalam spending infrastruktur jelas terlihat," jelas dia.
(drk/ang)










































