Keperkasaan dolar menyebar dari Asia hingga Eropa, yang bursa sahamnya belum semarak, meskipun bank sentral Eropa mengguyur program stimulus pembelian surat berharga di kawasan tersebut. Spekulasi yang mendorong keperkasaan dolar ini adalah, kenaikan bunga The Fed dalam waktu dekat ini.
Di Eropa, euro jatuh terhadap dolar, dari US$ 1,0762 menjadi US$ 1,0735. Terhadap yen, dolar juga menguat menjadi 122,02 yen. Ini merupakan yang terkuat sejak akhir 2007 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dolar juga menguat di Asia dan Afrika, bahkan mata uang Korea Selatan, win, mencapai nilai terendahnya terhadap dolar sejak Agustus 2013. Dolar Singapura juga dalam posisi terendahnya terhadap dolar AS sejak 2010. Pergerakan mata uang dunia ini menutup data penguatan ekonomi di China.
Selain itu, penguatan dolar ini juga membuat harga komoditas turun. Harga emas turun ke posisi terendahnya dalam 3 bulan, menjadi US$ 1.160 per ounce, sementara harga tembaga turun hampir 2%.
Harga minta juga ikutan jatuh semalam. Minyak jenis Brent turun 70 sen menjadi US$ 57,86 per barel, dan harga minyak di AS turun di bawah US$ 50 per barel, menjadi US$ 49,6 per barel.
(dnl/ang)











































