95% Investor Saham di Jabodetabek, Isu Begal Bisa Ganggu Investasi

95% Investor Saham di Jabodetabek, Isu Begal Bisa Ganggu Investasi

- detikFinance
Rabu, 11 Mar 2015 10:45 WIB
95% Investor Saham di Jabodetabek, Isu Begal Bisa Ganggu Investasi
Pelaku begal ditangkap (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Maraknya kasus begal di sekitaran Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) diperkirakan bisa mengancam kegiatan ekonomi setempat. Kegiatan investasi di pasar modal juga diprediksi bisa terganggu.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengatakan, saat ini pasar modal dalam negeri yang sedang tumbuh baik, bisa berjalan lambat jika isu negatif seperti aksi begal belum dapat diselesaikan. Ini dinilai memberi sentimen negatif dari sisi keamanan.

Hal senada diungkapkan Penasihat Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartato. Menurutnya, faktor keamanan yang selama ini menjaga kepercayaan investor bisa berkurang akibat kasus begal ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi, kata Airlangga, faktor keamanan merupakan salah satu poin penting kepercayaan pemodal untuk berinvestasi di dalam negeri.

"Kalau saya lihat faktor keamanan sudah hilang. Ini kan fenomena nasional yang sudah terjadi di beberapa daerah di Pulau Jawa. Ini sudah meresahkan masyarakat, investor juga," katanya kepada detikFinance, Rabu (11/3/2015).

Saat ini, jumlah dana asing di pasar modal dalam negeri masih tinggi berkat aksi beli yang dilakukan sejak awal tahun ini. Jumlah dana asing yang sudah masuk mencapai Rp 10,9 triliun.

Jangan sampai hot money ini sampai 'kabur' semua ke luar negeri hanya gara-gara isu keamanan dalam berinvestasi. Kepercayaan investor bisa terganggu jika ini sampai terjadi.

Airlangga menambahkan, pihak kepolisian sebagai penegak hukum perlu bertindak tegas memberantas aksi begal ini. Jangan sampai masyarakat dan investor terus merasa resah akibat kejadian ini.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads