Para pelaku pasar saham ini mendesak pihak kepolisian segera memberantas kasus begal ini. Pasalnya, jika dibiarkan berlarut-larut, faktor keamanan dalam berinvestasi bisa terancam.
"Kalau terus begini akan dianggap negara sudah tidak aman, jadi susah untuk investasi. Faktor keamanan tidak terjamin," kata Penasihat Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartato kepada detikFinance, Rabu (11/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya kepolisian harus memberantas, tak ada otoritas lain. Hanya kepolisian yang bisa," jelasnya.
Imbas dari kasus begal ini, menurut Airlangga, belum terlalu mengganggu perekonomian dalam negeri. Namun jika tidak diselesaikan dengan segera maka imbasnya bisa signifikan.
"Sejauh ini belum ada pengaruh terhadap investor tapi jangan sampai menunggu kejadian baru bertindak. Yang paling penting ciptakan kondisi aman di negara ini," katanya.
Apalagi, sebanyak 95% investor pasar modal berlokasi di Jabodetabek. Isu begal yang mengancam keamanan ini lama-lama bisa memberi sentimen negatif.
(ang/hds)











































