Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution mengatakan, baik pemerintah atau BI harus konsisten dalam melakukan kebijakan untuk menjinakkan nilai tukar.
"Begini, kurs itu ada yang dipengaruhi oleh sentimen pasar, hiruk-pikuk info, ada yang disebabkan oleh fundamental. Yang penting dilakukan itu dengan konsisten, itu tidak sekadar mengintervensi pasar, tapi dalam bentuk pembelian SUN (Surat Utang Negara). Diperlukan beberapa kebijakan untuk kurs itu, tanya Gubernur BI," kata Darmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal penguatan dolar AS di dunia saat ini, Darmin mengatakan, ada sentimen di pasar keuangan luar negeri soal bangkitnya perekonomian AS pasca krisis di 2008 lalu. Membaiknya ekonomi AS ini menimbulkan spekulasi, bank sentral AS yaitu The Fed, bakal menaikkan bunga acuannya lebih cepat.
"Ada persoalan ekspektasi di pasar, ekonomi AS membaik, itu membuat orang memprediksi, ntar bunganya AS naik, di sini juga mesti baik. Sekarang saja sudah Rp 13.000 masih terus saja tidak berubah," kata Darmin.
Mantan Dirjen Pajak ini juga menegaskan, fundamental perekonomian suatu negara juga bisa mempengaruhi gerak mata uang negara itu sendiri. Saat fundamental tidak kuat, hempasan sentimen luar akan dengan mudah mempengaruhi kondisi perekonomian saat ini.
(dnl/hds)











































