Bahkan, Ekonom Anton Gunawan memprediksi dolar AS bisa mencapai Rp 13.600 menjelang naiknya tingkat suku bunga AS.
"Rupiah ini 'agak-agak', kita melihatnya berat untuk bertahan lebih kuat, saat ini sudah Rp 13.200, bisa ke atas ke level Rp 13.600 masih bisa, bahayanya Mei-Juni," sebut Anton di acara Laporan Economic Insight Asia Tenggara Kuartal I-2015 oleh Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) di Finansial Club Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (12/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua menunggu-nunggu kapan sih Fed fund rate akan naik, kelihatannya kok belakangan ini makin agak ter-delay. Menurut kami, Juni mungkin bisa dilakukan, mungkin bisa menyebabkan fluktuasi market," ujarnya.
Lebih jauh Anton menjelaskan, saat suku bunga AS dinaikkan, mau tidak mau beberapa global fund mencari tempat yang lebih aman untuk menginvestasikan dananya, dan mau tidak mau larinya ke AS.
"Sekarang sudah mulai terjadi," katanya.
Anton menyebutkan, Bank Indonesia (BI) melalui kebijakannya perlu melakukan intervensi agar pelemahan rupiah bisa diredam.
"Kalau bisa BI menahannya sekarang di Rp 13.200. BI masih mencoba intervensi meskipun enggak banyak karena kita lihat cadangan devisa masih meningkat," kata Anton.
(drk/ang)











































